Kamis, 23 Juli 2009

CINTA TAK BERUJUNG





Sore itu, Rere taksabar lagi untuk menanti kedatangan sepupunya yang bernama Lala,
mereka sudah 10 tahun tidak berjumpa, Rere pun berangkat ke bandara dengan
tergesa-gesa, sesampai dibandara, Rere harus kecewa, karma pesawat yang di
tumpangi oleh sepupunya di undur selama 2jam dariperjalanan awal.






Ya Alla Ya Tuhan, lama kali pesawarnya dating, pake diundur-undur lagii,
rere merengek jengkel dengan gaya anak-anak yang mau menangis,


akhir nya pesawat yang ditumpangi Lala pun, beberapa saat lagi akan mendarat, Rere
pun langsung berlari dan mengejar Lala saat Lala keluar dari Bandara,Sangkin
kangennya diri Rere pada Lala, tanpa sadar dia berteriak,memangil Lala,sampe-
sampe seluruh orang bandara mendengarnya.


Laaaalaaaaa, sambil berlari, rere berteriak memanggil Lala, Setelah dekat Lala, Re,
lou malu-maluin gua aja, masa teria-teriak, didepan orang rame, Seru Lala, Ah
ia, seolah –olah tidak menyadari,Rere kaget, mendengarnya sambil menjauhkan
mukanya dari Lala, Masasih, perasaan gak kenceng-kencengkok gua teriaknya, Tapi
biarlah, lagian orangitu, siapa, dan gua siapa.Kalo gitu yuk, Ajakan Rere pada
Lala, untuk pulang ke rumah, Kemana Re, seru Lala. Dengan nada sedikit
meninggi,Ya kerumah lah, emangnya lo mau ke pasar, seru Rere. Ya juga ya, kita,
seru Lala dengan suara cengegesan.



Mereka pun melangkah menuju rumah Lala, Selama di atas mobil mereka bercanda-canda,
dan ketawa-tawa sambil ngakak., sampe mereka gak sadar kalo mereka sudah sampai
di rumahnya Lala.



Mbak, sudah sampai mbah, kata sopir Taxi. Haaah, udah nyampe ya Pak, dengan nada
terkejut Rere bertanya pada sopir taxinya.Lalupun mereka tertawa kembali, karna
tidak sadar mereka sudah sampai ke tujuan.



Lalu Rere memberikan ongkosnya, Nih Pak uangnya,terimakasih ya Pak, Ya sama-sama
Mbak .Yuk La, kita turun,Yuk.




Malamnya Rere pun pergi bermain ke rumahnya Lala, mereka melepaskan rasa kangen
mereka masing-masing.Sudah selama 3 mingguan Lala tinggal di rumahnya,

Selama itu, Rere akhirnya ada suatu hal yang tidak di duga-duga.



He, (dengan nada membentak, Lala memanggil Rere), sini lo. Sejak kapan gua pergi am
cowok, dan mebawa cwok ke rumah ??

Dengan dhi mengkerut, dan terheran Rere menjawab, maksud loapa sih La, cowok apa,
bawa apa ?, gua gak ngerti.

Sudah lah maling mana ada yang mau ngaku, dasar lo, penghianat, ucap Lala dengan
nada tinggi kepada Rere.



Lalu Lala pun lari ke rumah, sambil marah-marah tak meentu,dan Rere pun pulang
kerumah dengan berlinang air mata.Sampai di rumah pun, Rere terus memikirkan
tentang perkataan Lala tadi sambil menangis.

Dengna nada terisak isak, Rere ngomong sam dirinya sendiri, dengan melihat ke kaca,
dimana disitu dia selalu berhias.



Apa sih salah gua, sampe Lala marah banget ma gua, terus cowok apa lagi yang dia
bilang, gua tambah gak ngerti apa yang dia maksud ???

Sambil melihat wajahnya di kaca, Rere pun terdiam dan memikirkan apa yang telahdia
perbuat di hari-hari yang lalu, rupa nya waktu itu di pernah ngomong sam
saudaranya bernama Yaya, kalo kemarin itu si Lala membawaq teman cowok
kerumahnya.

Atau jangan-jangan semua ini ada hubungannya dengan Yaya, seru Rere dengan perasaan curiga.

Saat itu juga Rere mendatangi rumah Yaya, dan bertanya langsung san Yaya.

Ya, lo ngomong apa sih sama si Lala ? sampe dia marah-marah gitu ama gua, seru Rere
dengan nada yang sedikit meninggi..

Dengan seolah-plah tidak bersalah, Yaya balik bertanya sam Rere, ngomong apa ? gua
ngak ngomong apa-apa kok sama Lala,

Alaaah, jangan mungkir deh lo, mulut lokan ember, seru Rere,

Eh, kalo lo punya mulut di sekolahin dulu dong, baru ngomong, kata Yaya.

biasa aja ya mulut lo, lagian susah ngomong ama orang gila kayak looh. Seru Rere
dengan nada yang sangat marah. Ya lo kan yang ngomong nggak-nggak ama Lala,??

.

Tidak ada komentar: